Saya pernah presentasi didepan kelas tentang studi kasus “Kurikulum Bahasa Inggris
Akan Di hapuskan Dari SD”. Perdebatan antar teman kelas sangatlah seru. Antara pihak
pro dan kontra sama sama imbang.
Dari sisi pro, mereka menyebutkan setuju sekali jika Bahasa
Inggris dihapuskan. Di korea mereka bangga dengan bahasa mereka sendiri. Contohnya
sekarang, banyak boyband/girlband dari korea yang terkenal di berbagai negara
di dunia. Mereka menyanyikan lagunya dengan bahasa Korea. Malah sekarang bahasa
Korea jadi tren di kalangan anak muda. Banyak yang mulai mempelajari arti makna
kata yang terkandung dalam lagu Korea. Pastinya ikut menyumbangkan orang
belajar berbahasa Korea walaupun secara otodidak.
Ada juga menyebutkan bahwa SD adalah dimana individu harus
dibentuk karakternya terlebih dahulu. Dimana keagamaan, sosialisasi,
pengetahuan umum diajarkan. Karena banyak anak SD jaman sekarang yang
pendidikan karakternya sangatlah kurang. Bahasanya sendiri saja mereka belum
tentu bisa. Bagaimana bisa menguasai bahasa asing?
Berbeda dengan sisi kontranya, mereka sangat tidak setuju. Karena
di jaman globalisasi, bahasa Inggris/ asing sangatlah penting. Dikhawatirkan banyak
perdagangan bebas yang menipu hanya karena tidak bisa berbahasa asing. Kejadian
tersebut juga dapat menjadi dampak negatif bagi negara kita, Indonesia.
Namun dari pandangan sisi pro dan kontra, sebaiknya si
individu bisa menyeimbangkannya. Bahasa Indonesia sangatlah penting, bahasa
Inggris juga. Diharapkan anak muda sekarang tidak lupa dengan jati diri mereka
sendiri sebagai warga Indonesia. Yang pertama cintailah Indonesia terlebih
dahulu. Mulai dari negaranya, tanahnya, airnya, udaranya, flora dan faunanya,
bahasanya, sukunya, adat istiadatnya dan lain lain. Lestarikanlah segala
sesuatu di Indonesia ini dengan baik. Baru kita mengenal negara luar. Agar perbedaan
tersebut selaras.
Comments
Post a Comment